Bandara

Kira-kira dua minggu yang lalu saya sempat menghabiskan waktu seharian di Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Hari itu adalah jumat yang kurang tidur, dan biasa – biasa saja. Jam setengah tujuh pagi sudah berada di bandara. Mulai dari pintu kedatangan, keberangkatan dan gerai makanan semacam khatam dijelajahi hari itu. Dari penerbangan pertama hingga pendaratan terakhir dilahap.
Sejauh mata memandang, selalu terlihat air muka yang berbeda dari setiap wajah yang ada disana. jadi, yang dapat disimpulkan dari pandangan mata. Bandara itu adalah, harapan, gembira, datang – pergi, tunggu – menunggu, senyum – air mata, pertemuan – perpisahan, hiruk – pikuk, hujatan, cacian – makian, dan pengharapan agar dapur tetap ngebul. Semua emosi terhimpun di Bandara. itu pasti.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 442 pengikut lainnya.